Prasangka adalah dosa , memfitnah akan menimbulkan mala petaka . Haruskah kita selalu berprasangka terhadapat apa yang sesngguhnya kita tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Haruskah kita mengatakan si pulan korupsi cuma karena si pulan pegawai negeri yang memiliki rumah yang mewah dengan mobil sedan yang cukup bagus?
Sungguh bodoh orang yang hanya menduga saja tanpa bukti yang jelas.
Ada seorang pegawai negeri , ternyata dia kaya karena istrinya juga bekerja sebagai sekretaris diperusahaan minyak. Akankah kita kata dia korupsi , padhal kekayaan itu adalah milik istrinya?
Ada pula seorang pegawai negeri kaya , ternyata kekayaannya karena warisan orang tua dan kekayaan tersebut dikembangkan dengan cara membuat rumah-rumah kontrakan yang cukup strategis lokasi kontrakannya . Pegawai ini bahkan jarang mengambil gajinya sebab tiap bulan dia berlebih uang hingga 1 miliyar lebih sehingga gaji dari kantornnya malah diberikan kepada bebrapa office boy di kantor tempatnya bekerja.
Akankah kita kata dia korupsi ? Tidak . justru kita kata dia adalah pahlawan sebab dia mampu memberikan sebagian gajinya untuk office boy.
Ada pula pegawai negeri yang statusnnya sebagai guru yang kaya , ternyata Bapak guru yang selalu menggunakan mobil toyota kapsul tahun terbaru ternyata seorang saudagar cabe giling yang sehari-hari dikelola istrinya. Ah terlalu dini kalau kita katakan guru ini sebagai koruptor.
Ah, saya nggak mau berburuk sangka , apapun dan bagaimanapun kita tidak boleh berpasangka, termasuk yang terindikasi korupsi. Buktikan dulu baru teriak dengan lantang ” Wahai pegawai negeri jangan kamu makan uang nergara , sana pergiiiii dari sini”