” Ayah , kenapa Kak Deni di larang merokok?”
Dani , tercengang dengan pertanyaan adiknya Deni. Doni memang masih seusia TK , namun kecerdasanya melebihi anak kelas tiga SD .Pertanyaan Doni membuat Dani menjadi agak kaget. Dengan sepontan Dani menyjawab:
“Iya , merokok itu tak baik untuk kesehatan, apalagi Kakak Kamu kan belum bekerja , sama artinya dia membakar uang hasil jerih payah ayah “
” jadi , kalau Deni dapet uang dari Eyang , Deni boleh merokok dong?”
“Ya nggak lah” kata Dani gelagapan.
” Kenapa ? Bukankah Doni nggak membakar uang Ayah?”
” Kenapa Ayah , merokok padahal mengganggu kesehatan Ayah?”
” Kenapa Kak Deni dilarang padahal , Kak Deni lebih sehat dari Ayah”
Deni semangkin bingung dengan pertanyaan anak SD yang merupakan buah hatinya . Dalam pikirannya dia membenarkan pertanyaan anaknya .
” Ah, kapan saya akan mampu menghentikan kebiasaan buruk saya. Kalau bulan Ramadhan biasanya saya bisa mengurangi rokok , namun ketika Ramadhan pergi rokok kembali menemani dengan setia” Pikir Dani .
” Ayah kenapa melamun? lihat tuh puntung rokok ayah dimainkan Dora “ Dani disetakkan oleh teguran Doni yang tengan mencoba mengambil puntung rokok yang sedang dikulum Dora anak ke tiga Deni yang masih berusia 1 tahun.
Deni terkaget , ternyata Dora telah memakan jisamsu miliknya, dan bisa dibayangkan betapa paniknnya Deni , ternyata bibir bayi mungil itu bengkak terbakar .
Dora tidak bersuara namun terlihat matanya melotot , dengan dan nampak mukanya merah karena napasntya tertutup . Dora memang agak sensitif terhadap asap .
Kasihan Dora ,dia akhirnya di bawa ke rumah sakit dan di rawat selama 3 hari , untung nyawanya masih terselamatka.
Sejak kejadian itu Dani tak lagi mau merokok. Dia juga tersadar bahwa dirinya adalah Ayah sekaligus guru yang sudah sepatutnya di gugu dan ditiru maka dia tak akan melakukan hal yang akan merusak anaknya.
Jum’at 7 September 2007
Renungan buat kalian yang masih suka rokok
Wimbo Asmoro,S.Pd
wah…. saya sependapat dengan artikel yg di posting oleh Sdr/Bpk Wimbo Asmoro,S.Pd